MAIYAHKUDUS.COM

Napak Tilas Ziarah Cinta

Waktu Baca : 3 minutes

Sejak ba’da isya beberapa penggiat Sedulur Maiyah Kudus mulai merapatkan diri ke rumah Bang Jun Harus Bersyukur sebagai titik temu koordinasi, dan pada hari minggu (29/04) sekitar pukul 03.30 dini hari, akhirnya para penggiat Semak dapat bertatap muka dan menyambut kedatangan rombongan sedulur JM Tasawwuf Cinta yaitu lingkar maiyah di Kota Nganjuk, Jawa Timur. Rombongan yang berjumlah sekitar 40 orang dengan menggunakan kendaraan 1 bus dan 1 mobil keluarga ini telah menempuh perjalanan 5 hingga 6 jam dari kota pemberangkatan hingga sampai di Kudus. Tujuan kedatangan rombongan Tasawwuf Cinta di kota Kudus adalah dalam rangka perjalanan ziarah napak tilas yang salah satu tujuannya berziarah ke makam Simbah Umar Taliworo yang terletak di Desa Klaling, Kec. Jekulo, Kudus dan Makam Kanjeng Sunan Kudus.

Pada hari sebelumnya, yaitu hari sabtu (28/04), rekan penggiat Semak mendapat pesan singkat dari pihak TC tentang adanya rencana rombongan JM Tasawwuf Cinta akan melakukan ziarah Napak tilas di Jawa Tengah .Bang Jun salah satu penggiat Semak bertugas menjadi koordinator tim yang akan membantu mengarahkan rombongan menuju makam Simbah Umar Taliworo, karena letak makam yang masuk kedalam area perkampungan tidak mampu dijangkau kendaraan bus. Selain karena letak makam yang masih sewilayah dengan rumah tinggalnya, juga Bang Jun secara sanad ilmu mempunyai kedekatan tersendiri dengan Simbah Umar Taliworo.

Sabtu menjelang siang, Bang Jun ditemani Pak Zamal Falicha datang ke lokasi untuk mensurvei. Secara sigap mereka berdua mencari tanah lapang untuk persiapan parkir kendaraan rombongan, serta uluk salam dengan salah satu pihak desa yaitu Pak Kohar selaku tokoh warga sekitar makam.

Matahari dihari sabtu mulai tenggelam diufuk barat, selepas isya penulis menjemput Pak Jamal untuk terlebih dulu merapat ke rumah Bang Jun. Terlihat Bang Jun sedang sibuk berkomunikasi dengan telefon dengan pihak rombongan. Informasi yang didapat, ada sedikit masalah pada kendaraan, perjalanan terhambat. Dari informasi yang diterima, pukul 18.30 wib rombongan masih berada di Kota Blora. Jadi kemungkinan rombongan akan masuk Kudus pada dini hari atau pabila kendaraan belum bisa diperbaiki maka rombongan akan bermalam dahulu dan meneruskan perjalanan pada esok harinya. Jam menunjukkan waktu pukul 22.00 wib, datang penggiat Semak yang lain yaitu Pak Eko lalu disusul datang pula kordinator lingkar maiyah Kudus yaitu Kang Iwan Pranoto yg biasa dipanggil SyechJend.

Sembari menunggu, kami berempat bercengkerama ditemani kopi panas, nasi hangat dan sayur ontong / jantung pisang. Bang Jun menceritakan arti dari kata taliworo, sebutan yang disematkan pada nama Simbah Umar yg berarti “nyimpen suara”. Diceritakan oleh Bang Jun bahwa Simbah Umar adalah salah satu pejuang pengikut Gusti Pangeran Diponegoro. Ketika beliau ditangkap oleh penjajah Belanda kemudian para pengikutnya menyebar ke berbagai pelosok daerah di Nusantara. Dan Simbah Umar adalah salah satu pengikut beliau yang menghindari pengejaran penjajah hingga ke tanah Kudus. Simbah Umar selain sebagai pejuang, beliau adalah seorang alim dan penyebar agama Islam. Itulah kenapa kemudian warga sekitar menghormati beliau dan banyak dari daerah lain juga datang berziarah ke makam beliau.

Menjelang pukul 03.00 wib, rombongan mengabarkan telah menuju Kudus setelah berziarah di makam Simbah Saridlo di Lasem. Sekitar pukul 03.30 wib rombonganpun tiba di Jekulo, Kudus. Pak Jamal turut masuk ke dalam bus untuk mengantarkan rombongan sampai titik parkir kendaraan dilahan kosong sebelah SDN 3 Klaling. Perjalanan dari titik parkir sampai lokasi makam menempuh jarak kurang lebih 1 km, dan harus ditempuh dengan berjalan kaki karena kendaraan bus tidak dapat menjangkau. Terlihat para JM tidak mengeluh dan tetap bergembira meskipun tentunya lelah melanda, untuk JM wanita masih bisa berkendara dg mobil keluarga dan kami dari Semak membantu memboncengkan dengan motor. Turut dari rombongan adalah Mbah Din, beliau adalah sesepuh dari JM Tasawwuf Cinta. Dalam perjalanan ke lokasi makam, Mbah Din menuturkan bahwa ziarah ke makam Simbah Umar Taliworo dimaksudkan nguri-nguri rantai ilmu dari para sesepuh tidak terputus.

Menjelang azan subuh bergema, rombongan memasuki lokasi makam. Dengan sangat khusyuk kemudian tahlil dan munajat dilantunkan. Terdengar suara mengalun bergetar saat tahlil dari beberapa jamaah. Selesai prosesi ziarah, rombongan kembali berjalan kaki kembali ke titik parkir kendaraan, dilokasi tersebut ada pula mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dan beristirahat.

Selesai sholat berjamaah, kami bersama duduk melingkar didalam mushola. Suasana hangat terasa, duduk disampingnya kanan Mbah Din ada Mas Isa Anshori dan berturut-turut sebelahnya melingkar JM Tasawuf Cinta dan disebelah kiri beliau ada Bang Jun, berjejer sebelahnya Kang Iwan koordinator Semak, Pak Jamal kemudian penulis.

Ucapan terimakasih disampaikan Mas Isa kepada para penggiat Semak yang telah bersedia menunggu semalaman kehadiran rombongan, kemudian membantu mengarahkan ke lokasi makam. Kemudian Bang Jun menyampaikan permohonan maaf karena hanya mampu menyambut rombongan dengan sederhana dan belum bisa memandu untuk perjalanan berikutnya yaitu ke makam Kanjeng Sunan Kudus. Diakhir perjumpaan, Mbah Din menutupnya dengan panjatan doa, kemudian bersalam-salaman dan berfoto bersama. (Redaksi-Febrianto)

Penggiat di Sedulur Maiyah Kudus