MAIYAHKUDUS.COM

Bersiaplah Melepas Kerinduan

Waktu Baca : 2 minutes

Reportase 4 Tahun Semak bagian 1

Memasuki bulan ramadhan tahun ini, terlihat pegiat maiyah di kudus intens berkoordinasi, pertemuan-pertemuan kecil diadakan, baik di suluk kopi maupun di rumah penggiat, traffic chat di grup whatsapp pun juga meningkat. Kesibukan makin rapat mendekati minggu kedua bulan ramadhan, sebab bertepatan pertengahan bulan mulia ini akan digelar perayaan milad ke empat tahun Sedulur Maiyah Kudus (Semak). Tahun ini begitu terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tentu saja karena adanya pandemi. Sebab itu persiapan protokal kesehatan menjadi perhatian khusus di gelaran kali ini mematuhi himbauan pemerintah.

Setahun berlalu dari milad sebelumnya, di mana kemudian tadabburan rutin setiap bulan tidak lagi bisa bertempat di Museum Kretek seperti biasanya. Selama pandemi berlangsung, sempat tadabburan berlangsung di Maqho Cafe milik Mas Iwan Pranoto, Aula Cinta Rasul griya dari Gus Syafiq dan dihadiri lingkar jama’ah kecil saja. Pada dasarnya, tidak ada peristiwa buruk maupun baik kecuali kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Pembatasan kegiatan memberi ruang kepada kita untuk mengkalibrasi ulang, memunculkan potensi kreatif yang tersembunyi, dan yang jelas setahun yang berbeda ini menumbuhkan kerinduan besar jama’ah kepada forum maiyahan.

Waktu dan lokasi digelarnya milad telah diputuskan, bertempat di rumah Bamboe Wulung pada tanggal 24 April 2021. Kegiatan direncanakan berlangsung sejak sore, diawali dengan ramah tamah sebagai mukadimah sebelum berbuka puasa bersama dan di sesi terakhir akan melepas rindu sinau bareng bersama Mas Sabrang dan Pak Dhe Mustofa. Di antara dua agenda tersebut akan diisi salah satu komposisi utama tadabburan yaitu munajatan. Tak lengkap rasanya tadabburan tanpa adanya kegembiraan, yang rencananya diisi oleh Wakijo, puisi oleh Cak Nugroho dan Tiyo Ardianto, musik oleh Baston Band, Redgatte Band. Sampai tulisan ini dibuat (H-2), penggiat telah bergerak, banner yang semula berada di Museum Kretek telah berpindah ke lokasi. Sore hari tadi beberapa penggiat “sowan” ke makam Sunan Kudus. Dan hingga malam ini masih merapat untuk berkoordinasi.

Jadi, apakah Sedulur Maiyah Kudus siap melepas kerinduan?

Mari kembali melingkar, sampai jumpa dan semoga Gusti Pangeran memberikan kelancaran, kebarokahan untuk pagelaran milad Sedulur Maiyah Kudus ke empat di tahun ini. [BWH]

Sedulur Maiyah Kudus (Semak) adalah Majelis Masyarakat Maiyah di Kota Kudus, yang merupakan bagian dari Masyarakat Maiyah Nusantara.